Monday, August 15, 2011

Tentang Masa Lalu

Aku masih ingat saat pagi itu...
Jam masih menunjukkan pukul 7 kurang...
Sekolah saat itu masih sepi ..
Aku hanya terdiam di depan kelasmu ....
Berharap kau tiba-tiba datang dan menyimpan tasmu,
Lalu menghampiriku...
Tapi itu hanya imajinasiku saja ...
Lagi pula kelasmu masih kosong ....
dan hari masih terlalu pagi untukmu datang,
Kamu kan sering kesiangan atau datang tepat saat bel sekolah berbunyi...
Belum lagi harus mengantri untuk “Cap Jempol”, nama yang kita berikan untuk alat baru absensi di sekolah ...
Huhh, aku hanya tersenyum memandangi bangku tempatmu duduk ..
Membayangkan kau sedang duduk manis di sana ...
So Sweet ..
^_^


Waktu itu istirahat sekolah pukul 10:00
Aku menanti dengan sabar di kelasku...
Rasanya tak sabar ingin segera keluar kelas, melihat lagi kelasmu dan berharap kamu ada di sana ...
Toh kelas kita berdekatan...
Haaah, lama rasanya waktu berjalan...
Sungguh aku ingin dapat menatapmu hari itu
Melihat matamu yang selalu memancarkan getaran cinta di hatiku ...
Menatap wajahmu yang selalu menciptakan perasaan aneh di jiwaku ...
Huhh, ayolah bel ...
Dan “kriiiinggg ..”
Bel berbunyi
Tapi, mmmm kau tak ada di kelasmu ...
Walau dapat kupastikan tasmu ada disana ...
“Mungkin ke kantin” Batinku.
Baiklah, ku simpan sepotong harap inginku melihatmu ...
Ku sembunyikan seujung rinduku padamu ...
Bel pulang berbunyi ...
Aku keluar kelas dengan sedikit berharap menjumpaimu di kelas...
Tapi lagi – lagi harapku surut karena kau tak di sana ....
Huhh, teman – teman kelasmu juga tinggal beberapa orang ..
“Mungkin besok” Fikirku optimis ....
Tapi ketika ku berjalan sendiri menyusuri jalan menuju gerbang sekolah,
Aku terkejut karena kau ada disana...
Kau disana menungguku ...
Hingga akhirnya kau menggandengku dan kita bersama menyusuri jalan sore itu :)

Sajak Kepalsuan

Semua yang tertuang di atas kertas ini ...
Tertuang dengan sendirinya ...
Kekuatan yang menuntun sampai saat ini belum aku temukan ...
Jangan bertanya mengapa kata – kata ini bisa hadir ..
Sebab tak ada yang istimewa dari setiap baitnya ...
Adakah orang yang akan bertanya akan ku ???
Ketika kelak aku tak pernah menulis satu kata ??!!!
Adakah orang yang akan mencari nama ku ???
Ketika kelak aku tak menulis,
dan ketika aku tak pernah meninggalkan kesan ??!!!

Tulisanku adalah diriku
Diriku mustahil adalah tulisanku ...
Diriku adalah kumpulan prilaku potensi dosa ....
Diriku adalah susunan tulang, daging, darah dan nanah ....
Yang mungkin telah meyerap barang haram ...
Diriku bukan milikku ...,
Berjayalah kalimat – kalimat yang ku tulis ....
Sebab mereka mendapat teman dan musuh yang menghormati ...
Ingin ku masukkan diriku ke dalam tulisanku ..
Berharap mendapat sapaan hormat yang sama ..
Tulisanku memberi tahu tentang aku ke dunia ...
Sementara aku tak pernah berbuat hal yang sama pada tulisanku ...
Kini, inilah aku ..
Mengungkap semua keinginan terpendam ...
Yang sejak dulu ku tulis dalam sajak – sajak kepalsuan ...
Mengagungkan kejayaan hidup dan cinta, yang tak pernah kurasakan dalam hidup nyata....
Walau sering ku ungkapkan dalam setiap sajak yang ku ciptakan !!!!

Sunday, August 14, 2011

Sekantong Penuh Cinta Hari Ini

Aku hanya punya cinta,,
Sekantong penuh cinta pada hari ini..
Kadang lihat sendu,
Ingin kubagi dua jatah cinta hari ini,
Biar sendu rasakan setengahnya cinta...
Aku hanya punya cinta,,
Kukumpulkan dari tiap hempasan nafas tak sengajamu,
Sekantong penuh cinta pada hari ini...
Kubaringkan lelahku di dadamu...
Lalu, sesaat kusadar ada lubang di situ...
Mungkin luka,
Bekas luka lama,
Hitung-hitunganku bekerja keras,
Rumus Fisika, Matematika dan Kimia tlah ku terapkan,
Kurasa cukup sekantong cinta ini
'tuk tambal luka itu.

Ini, kuberikan padamu saja.
Sekantong cinta.
Tidak kubagi dua.
Sekantong penuh.
Besok mungkin bukan nafasmu,
tapi keringatmu yang akan berikan aku
Sekantong penuh cinta lagi,
Tenang saja, cinta tak akan habis :)

Untukmu

Di lorong itu, aku menunggumu sendiri,
Menatap lurus jalan menujumu,
Semakin dalam aku menatap lorong itu,
Semakin terasa jauh jarak yang harus ku tempuh menujumu,
Menujumu yang ku harap ada di ujung lorong itu,
Akhirnya ku menyerah,
Ketika harap itu usai dan aku pun mulai lelah,
Akhirnya aku hanya bisa menunggu,
Menunggumu yang akan menujuku,
Namun s’kali lagi semua sama,
Semua hanya mimpi,
Mengharapkanmu,,,
Sama artinya mengharapkan bintang di genggamanku,
Mengharap bulan bertekuk lutut di kakiku,
Saat kenyataannya aku harus bangun dan tersadar dari lamunanku,
Ku tatap lagi lorong panjang itu,
Akkhhh, semua masih sama,,
Kau tetap tak disana..

Untuk Dia yang disana,
Untuk Dia yang Aku tahu takkan pernah Ku miliki...

Aku Mampu

Aku t’lah mampu menahan rasa ini hingga hari ini..
Itu jelas telah mampu membuktikan bahwa aku sebenarnya sanggup bertahan tanpamu...
Aku hanya terlalu takut..
Takut, yang ku kira aku takkan mampu hidup tanpa mengharapkan cintamu...
Tapi kini, tanpa cintamu pun aku tetap bertahan hingga seperti ini...
Dirikulah yang membuat ku sanggup bertahan, bukan cintamu yang tak pernah ada itu !!!
Cinta dari orang – orang di sekitarku yang mungkin telah lelah mengingatkanku bahwa sebenarnya kau tak layak untuk ku tunggu,
Untuk ku cintai,
Cintaku terlalu indah untuk orang sepertimu..
Cintaku terlalu suci untuk orang sepertimu...
Terimakasih telah megizinkanku mencintaimu hingga hari ini...
Mungkin tanpa cinta semumu aku takkkan pernah sanggup ada hingga saat ini...
Cinta semumu telah mengajarkan banyak hal padaku..
Membantuku untuk lebih sabar, membuatku lebih kuat dalam bertahan akan penantian yang pada akhirnya tak dapat ku rasakana hasilnya !!!!
Sekarang aku tahu, bahwa kau memang tercipta bukan untukku..
Tapi aku bahagia mengetahui dan akhirnya menyadari bahwa itu memang benar...
Jadinya,, aku tak perlu terlalu sakit saat akhirnya nanti aku terlalu menyayangimu dan aku tak sanggup bila harus kehilanganmu,
dan ternyata saat itu kau harus benar – benar pergi dari hidupku...
Jika ada yang bertanya mengapa semua ini terjadi,
Aku hanya mampu menjawab ::
“Semua hanya tiba – tiba membuka mataku..
Sepotong cinta yang ku inginkan hadir darinya tak pernah ada !!!
Padahal jika dia memilikinya, aku sanggup memberinya sekantung penuh cinta tanpa di bagi dua ...
Tapi,,,,
Semua memang harus terjadi seperti ini..”
Aku bahagia jika kau bersama orang yang kau cintai, meski aku tahu aku terlambat untuk mencintaimu karena hatimu t’lah kau berikan untuk orang yang kau cintai..
Aku bahagia saat tahu kau mengenalnya bahkan mulai “dekat” dengannya..
Awalnya hanya pura – pura,
kebahagiaan palsu,
senyuman palsu,
bahkan tawa palsu yang ku hadirkan saat ku katakan “Nana ikut bahagia kalo’ Kakak bisa menemukan orang  yang Kakak sayang :)
:(
Tapi kini, semua terasa ringan, beban yang terasa menggumpal dalam hatiku perlahan – lahan terasa berkurang ...
Batu yang dulu sempat memampetkan aliran darahku saat bertemu denganmu,
perlahan – lahan terasa mengikis,,,
Dinding – dinding kapiler di hatiku yang dulu tak bisa menyerap oksigen yang mengalir ke otakku dan ke seluruh tubuhku, kini telah mampu menyerap dengan lancar sehingga aku tak perlu susah bernafas saat di dekatmu...
Memang belum hilang semua, tapi aku yakin, perlahan – lahan bersama waktu aku pasti mampu melupakanmu secara utuh ...
Oia, maaf kalau aku harus mendeleted no.pe_mu di contac_ku ..
Jika kau tahu, itu sangat membantu dalam proses melupakanmu dari hati dan hidupku ..
Oia, satu lagi, jangan coba – coba masuk ke dalam hidupku lagi, ya ??
Please, karena susah untuk memulai lagi dari awal melupakanmu jika nanti seandainya kamu melukaiku lagi ..
Jika saja kamu tahu pengorbananku selama masa penantian dulu,
Aku yakin, pasti kamu akan memberiku nilai yang jika ada nilai yang lebih baik dari 100, pasti nilai itulah yang akan kau berikan padaku ..
Sekarang, apa pun  yang kau lakukan aku tak peduli, aku harus menjalani hidupku sendiri di sini ...
Sedangkan kau, harus menjalani hidupmu sendiri di sana ...
Kita memang hidup di dunia yang sama, tapi tempat yang berbeda, bukan berarti karena perbedaan itu yang membuatku berhenti mencintaimu ,,,
Hanya saja, semua menjadi terlalu rumit untuk anak kecil sepertiku ,,,
Otakku belum cukup merasionalkan semua rasa dan peristiwa ini ...
Aku merasa perasaan ini hanya membuatku sakit..
Padahal yang ku tahu, cinta bisa juga membuat orang bahagia ..
Mungkin aku tak mahir dalam mengelola perasaanku ..
Mungkin juga aku tak mampu dalam memanage perasaanku ..
Aku mungkin terlalu berlebihan dalam mencintaimu ..
Tapi itu semua hanya karena aku tak tahu harus bagaimana...
Aku selalu menangis saat melihatmu dari kejauhan ...
Aku selau menangis saat melihatmu dari sudut hatiku ..
Mengenalmu merubah duniaku, memang tidak 100 %, tidak juga sampai 1800..
Tapi telah mampu mengoyak sedikitnya seluruh hatiku, kau telah mampu memporak – porandakan hatiku ..
Jika aku mengingat perjuanganku dulu saat menantimu dan mencintaimu dalam diam, rasanya “sayang” membuang rasa ini begitu saja ..
Belum lagi kau menyita waktu, pikiran dan hatiku ...
Tapi kini, semua telah usai ..
Maaf, cinta untukmu tak ada lagi ..
Tenang, kau tak perlu membantuku merapikan dan menata ulang hatiku ..
Aku bisa melakukannya sendiri ..
Aku takut, jika kau membantuku, kau justru menambah lubang dalam hatiku...
Padahal niatku kan menambal semua lubang yang pernah kau ciptakan ..
Aku mampu menjadi bengkel hatiku sendiri..
Tenag saja, aku takkan merepotkanmu lagi ...
Bahkan aku berjanji takkan mengusik hidupmu lagi ..
Aku tak tahu akan seberapa panjang puisi ini nantinya..
Aku hanya menulis apa yang ku rasakaan ..
Maaf, jika banyak dari tulisanku ini yang tidak kau sukai pada tiap kata atau kalimatnya...
Kau tidak jahat padaku, akunya saja yang terlalu memforsir hati dan pikiranku untuk terlalu terfokus padamu...
Kau tak pernah meminta bahkan menyuruhku mencintai dan menantimu..
Aku tahu itu...
Dan kurasa, semua orang juga tahu itu..
Aku terlalu memfokuskan diriku melupakanmu, hingga akhirnya aku terlalu dalam terjatuh pada keinginanku yang justru membuatku lebih mengingatmu ..
Aku mencuci otakku untuk melupakanmu, padahal itu justru membuat bayangmu semakin lekat dan tajam dalam ingatanku...
Padahal, kau sering memberiku clue bahwa kau telah bersama yang lain ...
Tapi aku terlalu sering mengacuhkannya ...
Aku sering membuka FB-mu saat aku sedang online ..
Aku sudah cukup senang dengan melihat koleksi – koleksi foto yang ada dalam FB_mu ...
Sebagai penambal dahaga akan rinduku ...
Karena aku tahu, saat aku harus di hadapkan bertemu denganmu, aku pasti takkan sanggup ..
Karena aku hanya mampu menjadi bayangan yang kan selalu ada hanya dalam gelap...
Aku bahagia mencintaimu diam – diam selama ini ..
Walau sebenarnya lebih banyak menyakitkannya ..
Ku rasa, hanya ini puisi yang dapat ku buat hari ini..
Tepat di mana aku akan berusaha benar – benar melupakanmu ..
Kembali ke awal di mana diriku tak mengenalmu ...
Sejak hari ini aku akan buktikan pada diriku sendiri,
Pada orang – orang di sekitarku,
Pada dirimu,
dan pada dunia,
bahwa aku mampu tanpamu !!!!
Good Bye My EX-Someone Whom I Love
Never Love To You Again ..
Help me to forget all about you ...

Yang Aku Inginkan

Aku mencintaimu tak seperti Dia yang melahirkanmu ..
Aku menyayangimu tak seperti Dia yang mengasihimu  ..
Aku memperhatikanmu tak seperti Dia yang menciptakanmu ..
Aku merindukanmu tak seperti Dia yang mengagumimu ..
Aku membutuhkanmu tak seperti Dia yang menjagamu ..
Aku melindungimu tak seperti Dia yang merawatmu ..
Aku menginginkanmu tak seprti Dia yang didekatmu ..

Tapi …,
Aku mencintaimu dengan caraku sendiri ..
Seperti cinta Bulan yang ditunjukan dengan kesetiaannya ..
Setia menunggu sang mentari untuk terlelap dan memberikan sedikit cahayanya untuk Bulan ..
Tanpa pernah berusaha untuk mengalahkan sinar sang mentari ..

dan aku  menyayangimu dengan caraku sendiri ..
Seperti ujung kuku, yang selalu tumbuh walaupun berjuta kali ditanggalkan ..
Yang takkan pernah berhenti tumbuh, hingga akhir hayat ..
Tanpa pernah berusaha untuk mengeluh dan berhenti tuk tumbuh ..

Akupun memperhatikanmu dengan caraku sendiri  ..
Seperti malam yang selalu memperhatikan sang fajar untuk beralih menggantikannya..
Membantunya …
Menerangi dunia disisa-sisa kegelapan ..

Dan akupun merindukanmu dengan caraku sendiri ..
Seperti padang tandus yang merindukan air hujan …
Tak pernah jera ataupun letih, walaupun harus menunggu ..
Sama halnya denganku, tak kan pernah menyerah menunggu cintamu menyambut rasaku ..
Rasa yang mungkin tak pernah kau tahu ada !!!

Aku juga membutuhkanmu dengan caraku sendiri …
Aku membutuhkanmu layaknya seorang  “Jangkis”  yang  “sakaw”..
Yang membutuhkan penenang saat itu juga ..
Yang membutuhkan pertolongan saat itu juga ..
dan yang kuinginkan hanya satu,,
Kau !!!!
Karena hanya kau yang dapat menolongku !!
Menolongku dari jerat belenggu kerinduanku ..

Dan aku melindungimu dengan caraku sendiri..
Meski aku tak bisa selalu ada disisimu ..
Namun setiap langkahmu, setiap pijakan kakimu di bumi ini ..,
Do’aku, kan tetap hidup dan menemanimu ..
Seperti kulit yang melekat dalam dirimu..
Seperti aliran darah yang berdesir ditubuhmu ..
Dan seperti hembusan nafas dalam paru-mu, seperti itulah ku selalu menyertamu ..

Dan terakhir, aku menginginkanmu dengan caraku sendiri ..
Menginginkanmu seperti sebuah kertas putih ..
Kosong !!!
Tempat dimana aku bisa melepas semua perasaan, asa, cinta, harap, rindu, dan kesedihanku..