Di lorong itu, aku menunggumu sendiri,
Menatap lurus jalan menujumu,
Semakin dalam aku menatap lorong itu,
Semakin terasa jauh jarak yang harus ku tempuh menujumu,
Menujumu yang ku harap ada di ujung lorong itu,
Akhirnya ku menyerah,
Ketika harap itu usai dan aku pun mulai lelah,
Akhirnya aku hanya bisa menunggu,
Menunggumu yang akan menujuku,
Namun s’kali lagi semua sama,
Semua hanya mimpi,
Mengharapkanmu,,,
Sama artinya mengharapkan bintang di genggamanku,
Mengharap bulan bertekuk lutut di kakiku,
Saat kenyataannya aku harus bangun dan tersadar dari lamunanku,
Ku tatap lagi lorong panjang itu,
Akkhhh, semua masih sama,,
Kau tetap tak disana..
Untuk Dia yang disana,
Untuk Dia yang Aku tahu takkan pernah Ku miliki...
No comments:
Post a Comment